adan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan bahwa perang melawan narkotika tidak dapat dimenangkan oleh satu lembaga saja. Memasuki tahun 2026, BNN resmi memperkuat sinergi lintas lembaga dengan menggandeng TNI, Polri, serta kementerian terkait seperti Kemendikbudristek dan Kemenkes. Langkah ini diambil untuk menciptakan barisan pertahanan yang kokoh dari hulu hingga hilir dalam implementasi program P4GN.
Sinergi ini mencakup pertukaran data intelijen yang lebih cepat untuk memutus jalur distribusi internasional, serta penguatan pengawasan di titik-titik rawan pintu masuk negara. Selain aspek pemberantasan, kolaborasi ini juga menyasar sektor edukasi dan pemulihan, di mana instansi pemerintah bahu-membahu memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan akses informasi pencegahan yang akurat dan layanan rehabilitasi yang memadai.
"Komitmen bersama ini adalah bukti bahwa negara hadir secara utuh untuk melindungi rakyat dari ancaman narkoba," tegas perwakilan BNN. Dengan keterlibatan aktif berbagai institusi, diharapkan angka peredaran gelap narkotika di Indonesia dapat ditekan secara signifikan melalui kebijakan yang terintegrasi dan berkesinambungan.